Peran Penengah Di Dalam Keluarga Itu Sangat Dibutuhkan

Plus Minus Anak Zaman Sekarang Dan Anak Tahun 90an

Di dalam keluarga mungkin kita akan sering menemukan beberapa masalah yang rasanya sulit untuk diselesaikan. Rasanya sulit untuk dibereskan. Merasa ada yang mengganjal. Kita merasa ini tidak benar, tapi kita tidak tahu harus memulai dari mana. Kita tidak tahu harus diperbaiki dari mana. Karena tidak ada orang yang mau mencoba memperbaiki itu. Mungkin sudah ada yang mencoba, mungkin sudah ada yang berusaha, tapi gagal terus. Dan itu bukan berarti kita akan membiarkan masalah itu terus-terusan menjadi penghalang di dalam rumah bukan. 

Peran Penengah Di Dalam Keluarga Itu Sangat Dibutuhkan

Semua orang menginginkan memiliki keluarga yang harmonis. Memiliki keluarga yang aman, damai sejahterah. Memiliki ikatan atau hubungan yang baik antara satu dan lainnya. Memiliki cinta kasih. Saling memperhatikan satu sama lain. Saling mengasihi satu sama lain, tanpa ada syarat atau tanpa ada rasa tidak enakan dan lainnya. Jangan membuat sebuah kebiasaan buruk menjadi terus-terusan. Jika kita bisa mengubah kebiasaan buruk itu, lalu kenapa harus tidak lakukan. 

Jangan takut akan rasa penolakan. Ditentang, dihalang, ditolak, tidak diizinkan, berbeda pendapat dan pandangan itu adalah hal biasa. Bahkan umum. Bukan berarti dalam keluarga saat ada hal seperti itu, malah dibiarkan, malah kita menjadi lembek dan lemah. Menjadi ah, ini keluarga juga ya sudah mengalah, atau membiarkan. Bukan seperti itu juga. Jika kita kita merasa itu tidak benar. Itu adalah sifat yang tidak baik, itu adalah kebiasaan buruk, kenapa kita tidak mengatakan. Memang resikonya besar. Akan mendapatkan banyak penolakan. Akan mendapatkan banyak pertentangan. 

Tapi itu akan sepadan dengan apa yang kita pertahankan. Apa yang kita perjuangkan. Harusnya dari yang terdekat, yaitu keluarga, saat ada yang tidak baik, ya kita luruskan. Jangan sudah ribet-ribet urus urusan di luar. Urus permasalahan di luar, mengeluarkan banyak tenaga dan pikiran untuk mendamaikan, meluruskan permasalahan di luar. Tapi di dalam rumah sendiri sudah bertumpuk-tumpuk permasalahannya. Jadi mulailah dari yang terdekat. Dari dalam rumah.