Mengujungi Negara Baru Adalah Pengalaman Berharga

Bagi kalian para pecinta traveling, apakah suatu hal yang bisa membuat kalian ingin pergi ke suatu tempat atau negara baru? Apakah karena penasaran melihat foto – foto traveler lain di sosial media, atau memang karena ingin menyaksikan secara langsung keindahan dan keajaiban pemandangan dari masing – masing tempat baru?

Awalnya ketika ditawarin project ke Philippines, aku sempet berkhayal & ragu. Should I go? Karena Indonesia sendiri kaya banget sama wisata pantai, kepulauan, yg ‘awalnya’ aku pikir, Indonesia & The Philippines itu 11 : 12 lah.

Tapi akhirnya aku sadar. Esensi ‘traveling’ bukan karena kita sudah mengunjungi ‘tempat yg mirip’. Bahkan di Bali sendiri aku ke pantai Balangan lebih dari 50x dan sampe sekarang masih jadi spot favoritku untuk sekedar melepas penat.

Menurutku, kita tidak berhak 100% membandingkan tempat dari sebuah sudut pandang. Oke, Indonesia & Philippines sama” negara kepulauan. Dari segi wajah, 100% gak ada bedanya sama sekali. Makanan? Sama banget jenis lauk pauknya, bedanya Philippines gak punya sambal & kecap, jadi kalo island hopping, mereka menonjolkan aroma & rasa khas dari seafood yg 100% fressssh banget.

Jadi, apakah alasan saya ingin mengunjungi Philippines padahal saya tinggal di Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau? Jawabannya adalah karena saya mencari pengalaman.

Pengalaman itu tidak ada harganya, ada nostalgia yg kadang” bikin rindu & candu dengan The Philippines. Ketika aku sampe di sana, aku set di pikiranku, ini The Philippines, bukan Indonesia. The Philippines ya The Philippines, Indonesia ya Indonesia. Aku jadi enjoy, basah”an di semua pantai”nya yg….duh sekali nyemplung bisa lupa waktu! Pulang”, bener” kulit hitam sehitam-hitamnya saking puasnya manja” di semuaaa spot di sini.

Terutama yg namanya Sandbar di The Philippines, unlimited, sumpah. Sebanyaaaaak itu, bisa jalan” di tengah lautan! Kalo ditanya siapa juaranya? Coron & El Nido udah paling dabesttt. Jadi karakteristik landscapenya khas, formasi bebatuan unik, guedeee banget, bentuk karstnya tajam” ngeri tapi bikin gak berkedip, asli!

So, masih mikir 2x ke The Philippines? Langsung planning skrg juga, mumpung tiketnya menurutku masih masuk akal & free visa sampe 21 hari, tinggal berangkat.

Banyak Orang yang Kini Naik Gunung Hanya Demi Konten

Kalo dipikir-pikir, istilah itu sering terdengar di dunia pendakian terutama karena meningkatnya minat orang – orang untuk naik gunung. Apalagi sekarang juga banyak social media platform yang bisa digunakan sebagai wadah untuk berbagi cerita pendakian.

Wajar sih menurutku kalo tetiba istilah “naik gunung demi konten” menjadi perbincangan negatif di kalangan overheard pendaki. Tapi, apa iya sih bikin konten di gunung itu selalu kurang baik?

Menurutku sih ngga selalu ya, justru harus bisa memanfaatkan kemudahan teknologi ini dengan berbagi hal yg positif. Intinya sih sebisa mungkin jadi lebih peduli dengan dunia pendakian saat ini. Itulah sebabnya tiap theslackerhiker bikin dokumentasi pendakian, mulai dari segi informasi dan manajemen pendakian selalu kita perhitungkan baik – baik agar bermanfaat bagi penikmatnya.

Ribet ngga? Ribet lah masa ngga. Tapi tenang, kita selalu senang kok kalau dapat membantu temen pendaki lain biar ada gambaran sebelum melakukan perjalanan. Kalo bisa bikin catatan sekalian. Yuklah mulai sekarang, manfaatkan media yg ada untuk jadi lebih peduli dengan berbagi hal yg berkhasiat untuk dunia petualangan, perbanyak ilmu dan jangan capek belajar tentang alam.

Tidak pernah menyangka akan sampai Gunung Talamau yang sering disebut Gunung Ophir. Sebuah gunung tertinggi di Sumatera Barat yang letaknya di Pasaman Barat ini semua berkat tim pendakian yang luar biasa sekali.

Keindahan Gunung Talamau ini dilengkapi dengan adanya 13 telaga yang berada di bawah puncak persis dianataranya Talago Mandeh Rubiah, Talago Biru, Talago Tapian Sutan Bagindo, Talago Cindua Mato, Talago Tapian Puti Mambang Surau, Talago Siuntuang Sudah, Talago Satwa, Talago Puti Bungsu, Talago Rajo Dewa, Talago Lumuik, Talago Imbang Langik, Talago Buah Parindu, dan Talago Puti Sangka Bulan tempat kami membangun tenda.

Saya jatuh cinta dengan talamu, saya akan kembali lagi sekaligus mendaki Gunung Tandikek dan Singgalang. Hutan lebat bisa kita buatkan jalan masuk, masalah henat bisa kita carikan jalan keluar. Semoga ibu pertiwi lekas membaik. Tetap sehat dan lekas pulih. – Fiersa Besari